Selasa, 22 Oktober 2019

Mengenal Sejarah Curva Sud Milano Ultras Penggemar Fanatik AC Milan Yang Disegani

SPORTTERKINI.COM - Mengenal Sejarah Curva Sud Milano Ultras Penggemar Fanatik AC Milan Yang Disegani Nama Curva Sud Milano Ultras sekarang ini kembali mulai menjadi perbincangan para pecinta Liga Italia Serie A setelah di dalam beberapa pertandingan AC Milan para fanatik penggemar AC Milan tersebut memberikan ultimatum untuk melakukan boikot pada para petinggi AC Milan dan ternyata, Curva Sud Milano Ultras adalah suporter AC Milan yang yang sangat ditakuti di wilayah Italia dikarenakan mereka mempunyai kekompakan dalam membela AC Milan sampai mati-matian. Sehingga banyak kalangan memperkirakan, ketika Curva Sud Milano Ultras turun tangan hal ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. 

Seperti dikutip dari berbagai sumber yang kami rangkum, Curva Sud Milano Ultras mempunyai sejarah panjang yang pastinya harus diketahui bagi para pecinta AC Milan dikarenakan suporter ini di dunia sepakbola Italia sangat dikenal dan ditakuti juga disegani oleh beberapa klub lain malahan yang menjadi kekuatan penuh untuk AC Milan ketika klub ini berdiri adalah atas dukungan dari Ultras. 

Sejarah Curva Sud Milano Ultras 

Sejarah Curva Sud Milano Ultras -IGcurva_sud_milano_ultras
Sejarah Curva Sud Milano Ultras -IGcurva_sud_milano_ultras


Bagi para pecinta sepakbola Italia ultras dikenal sebagai 'Tuhan di dalam stadion' dikarenakan mereka adalah sosok yang berkuasa, ultras biasa bertempur di tribun belakang garis gawang dimana Tribun tersebut mempunyai kekhususan yaitu polisi tidak diperbolehkan berada di Tribun tersebut dan apabila ada polisi maka dipastikan akan muncul sebuah masalah besar. 

Curva Sud Milano Ultras bisa membatalkan sebuah pertandingan dengan isu yang mereka lontarkan seperti isu Ada anak kecil yang ditembak polisi dan sebagainya di mana di Italia sendiri, ultras menjadi kelompok yang sangat disegani dan ditakuti akan tetapi mereka mempunyai tradisi yaitu pertempuran antara grup Ultras di mana artinya, hukum sah apabila salah satu grup Ultras berkelahi dengan grup Ultras yang lain dan sebagai bukti kemenangan maka bendera dari grup Ultras yang kalah biasanya akan diambil oleh sang pemenang. 

Namun walaupun terlihat keras dan ekstrim, Curva Sud Milano Ultras mempunyai kode etik salah satunya Seburuk apapun para tifosi mengalami kekejaman dari typo si yang lain maka tidak diperbolehkan untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian sehingga di dalam sejarah tercatat, salah satu grup 9 yaitu fossa dei Leoni atau yang dikenal dengan fdl sempat dinyatakan bubar dikarenakan menjelang pertandingan Milan melawan Juventus dahulu kala seorang tifosi garis keras Milan melambaikan bendera Viking Jupe. 

Dalam tradisi Ultras Italia, apabila ada grup di posisi lain yang mempunyai bendera dari musuhnya, maka grup ini adalah grup yang berhasil menaklukkan atau mempermalukan musuhnya tersebut akan tetapi dengan syarat bendera tersebut bukan diperoleh dari hasil mencuri atau diambil tanpa sepengetahuan grup Ultras lawan melainkan harus dengan open fight atau pertarungan terbuka di antara Ultras. 

Kekerasan sempat menjadi hal yang sangat buruk di dalam sejarah Ultras di Italia, akan tetapi di luar tersebut Mereka pun mempunyai kode etik tersendiri yang terus dibawa Sampai sekarang ini dan biasanya grup Ultras akan mempunyai tempat tersendiri di suatu Tribun di stadion di Italia yang dipimpin oleh seseorang yang mempunyai jabatan yang disebut dengan capotifoso. 

Ketika capotifoso memerintahkan untuk melemparkan benda ke dalam lapangan maka seluruh Ultras akan langsung melemparkan benda ke dalam lapangan dan apabila capotifoso tidak memberikan perintah untuk melakukan pelemparan benda ke dalam lapangan, maka tidak akan ada satupun anggota Ultras yang berani melempar benda ke lapangan. 

Di dalam peraturan Curva Sud Milano Ultras ada sebuah keharaman bagi Milanisti untuk duduk di curvanord atau di area Utara walaupun mereka tidak memperoleh tiket untuk Tribun Selatan Barat dan Timur di mana Di dalam sejarah terdapat beberapa Ultras yang besar dan Ultras kecil yang semuanya mempunyai peraturan ekstrem akan tetapi mereka semua mempunyai kode etik tersendiri. 

Kelompok besar Ultras Milan atau curvasud 


Di bawah ini adalah beberapa kelompok ultras Milan atau curvasud yang pernah ada dan sampai sekarang masih menjadi para suporter fanatik AC Milan yang ditakuti oleh lawan. 

BRIGATE ROSSONERE 
Ultras Milan yang pertama adalah gabungan dari dua kelompok kecil curvasud Selatan di belakang gawang atau yang dikenal sebagai demonio dan Ultras dimana penampilan mereka sempat terlihat pada pertandingan AC Milan di bulan Oktober 1975. 

GUERRIERI ULTRAS 
Kelompok ini adalah kelompok baru Ultras Milan yang dibentuk dari fossa de leoni yang sempat bubar di tahun 2005 dengan mempunyai tujuan untuk menutup bolong di curvasud semenjak ditinggal oleh FDL di mana mereka mempunyai politik. 

ALTERNATIVA ROSSONERRA 
Kelompok ini dibentuk pada tahun 1994 yang posisinya sama dengan curvasud di mana mereka mempunyai beberapa jaringan organisasi di luar kota Milan 

COMMANDOS TIGRE 
Selanjutnya kelompok curva sud Milan yang dibentuk tahun 1967 adalah kelompok pendukung yang tadinya berada di curvanord dan sampai tahun 1985 pindah ke curvasud untuk bersama-sama memperkuat Barisan dan mempunyai sifat universal dan non rasis. 

FOSSA DE LEONI 
Selanjutnya kelompok ini dibentuk tahun 1968 adalah kelompok yang paling kreatif dalam membentuk Kreo Kreo di curvasud dan pada awalnya kelompok ini hanyalah orang-orang seperti teman sekolah, teman kerja, dan lainnya walaupun kelompok ini harus bubar di tahun 2005. 

Foto kegiatan Curva Sud Milano Ultras 


Dari berbagai sumber yang kami rangkum di bawah ini ada beberapa foto kegiatan para suporter fanatik AC Milan Curva Sud Milano Ultras, supaya lebih mengenal suporter terbaik di Italia tersebut.




















Itulah penjelasan kami tentang sejarah Curva Sud Milano Ultras yang sampai saat ini menjadi suporter fanatik AC Milan yang tetap ditakuti oleh musuh dan menjadi suporter terbanyak di Italia. Semoga artikel yang kami tulis pada hari ini, bisa menjadi referensi untuk kalian semua para Milanisti yang ada di Indonesia dan kami ucapkan #FORZAMILAN

Hanya Milanisti Pecinta AC Milan Supaya Tetap Jaya.


EmoticonEmoticon