Minggu, 21 Juni 2020

Bagaimana Dani Pedrosa Melaju Di Dimensi Yang Berbeda

SPORTTERKINI.COM - Semakin berbakat pengendara, semakin banyak pintu terbuka baginya dalam olahraga. Dengan data alami dan peralatan teknis yang sesuai, Anda dapat memenangkan kejuaraan, mencatatkan nama Anda dalam sejarah. Dengan 54 kemenangan selama 18 tahun berkarir di MotoGP, Dani Pedrosa adalah salah satunya. Dalam podcast Last on the Brakes, terkuak bagaimana Dani Pedrosa Melaju Di Dimensi Yang Berbeda.

Dani Pedrosa - MotoGP

Pedrosa menjadi juara MotoGP kelas 125cc pada tahun 2003 dan  dan kelas 250cc pada tahun 2004 dan 2005. Selama 13 membalap untuk Repsol Honda, ia adalah salah satu pejuang terkuat MotoGP, namun gelar itu jatuh ke tangan Nicky Hayden, Casey Stoner, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez. Pedrosa nyaris menang beberapa kali, tetapi ia tidak ditakdirkan untuk meriah podium pertama. Pada 2019, Pedrosa menghabiskan musim perpisahan dan akhirnya pensiun. Sejak akhir tahun 2019, ia telah bekerja sebagai rider uji coba KTM Motorsport.

Bagaimanapun, prestasi yang dimiliki oleh pedrosa tidak bisa diraih oleh semua orang. Dari 54 balapan, 31 berhasil dimenangkan oleh Pedrosa di kelas utama. Selama bertahun-tahun, pembalap Repsol Honda itu dikenal karena keahliannya di dalam lintasan. Begitu dia mencapai tikungan pertama lebih cepat dari yang lain, peluang para pembalap lain untuk memenangkan balapan akan semakin mengecil.

Dalam podcast, Dani ditanya tentang kondisi khusus yang dapat dialami oleh seorang rider MotoGP didalam sirkuit. Sesuatu seperti kesurupan, ketika dia benar-benar menyatu dengan sepeda motor, mengendalikan dan memprediksi setiap gerakannya.

Fakta bahwa Pedrosa tidak terkalahkan di musim terbaiknya diakui oleh para pembalap lain, Marc Marquez, Stoner, Rossi, Lorenzo, dan lainnya. Dia tahu bagaimana cara membuat motor begitu cepat setelah belokan sehingga dalam hal akselerasi semua orang akan tertinggal. Sayangnya bagi seorang rider, dia tidak bisa masuk ke dimensi lain atas kehendaknya sendiri. Mungkin hal kecil ini tidak cukup bagi Pedrosa untuk memenangkan gelar MotoGP.

Seperti Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone, Pedrosa juga tinggal di Swiss. Bukan di Lugano, tetapi di desa Prangen di tepi Danau Jenewa di bagian barat Swiss. Baginya, danau bukan hanya tempat di mana dia bisa berjalan. Salah satu hobi mantan rider MotoGP itu adalah selancar angin.

Hanya Milanisti Pecinta AC Milan Supaya Tetap Jaya.


EmoticonEmoticon